8 Tahapan Perkembangan Pemasaran Menurut Philip Kotler

Philip Kotler, Guru Besar di S.C. Johnson & Son Distinguished of International Marketing at Northwestern University's Kellogg School of Management pada 24 September 2010 di Texas A&M University's Mays Business School. Foto: Gabriel Chmielewski/Mays Communications
Philip Kotler, Guru Besar di S.C. Johnson & Son Distinguished of International Marketing at Northwestern University's Kellogg School of Management pada 24 September 2010 di Texas A&M University's Mays Business School. Foto: Gabriel Chmielewski/Mays Communications

Strategi pemasaran adalah serangkaian tujuan dan sasaran, kebijakan serta aturan yang memberi arah kepada usaha-usaha pemasaran dari waktu ke waktu pada masing-masing tingkatan serta lokasinya.

Agar pelaksanaan pengembangan produk dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien maka perusahaan perlu menyusun struktur organisasi yang baik.

Bacaan Lainnya

Philip Kotler menyatakan bahwa strategi pemasaran modern secara umum terdiri dari tiga tahap, yaitu segmentasi pasar, penetapan pasar sasaran, dan penetapan posisi pasar.

Berikut 8 tahap-tahap pengembangan produk menurut Philip Kotler:

1. Penciptaan gagasan (idea generation).

Prinsip dasar dari penciptaan gagasan ini adalah bagaimana perusahaan dapat mencari dan mengumpulkan gagasan mengenai produk baru. Sebelum melaksanakan tahap-tahap dalam mengembangkan produk maka manajemen perlu memulainya dengan batasan yang tegas.

Mengenai sasaran dan kelompok produk yang akan diharapkan.

Menurut Kotler, dalam tahap penciptaan gagasan ada beberapa pilihan yang menjadi sumber gagasan, yaitu :
a. Gagasan yang diperoleh dari dalam perusahaan seperti dari peneliti, karyawan, maupun dari manajer perusahaan
b. Gagasan yang diperoleh dari luar perusahaan seperti pelanggan, pesaing, distributor, maupun agen periklanan.

2.Penyaringan gagasan (idea screening)

Proses penyaringan biasanya merupakan langkah dalam pengembangan produk yang menghilangkan sebagian besar gagasan dari pertimbangan lebih lanjut.

Tujuan dari langkah ini adalah menilai seberapa jauh konsep produk yang secara umum diinginkan oleh perusahaan. Artinya, meskipun suatu konsep dianggap sangat mungkin dipasarkan (marketable), namun dapat saja dianggap tidak sesuai untuk perusahaan yang kekurangan sumber daya tertentu yang diperlukan untuk menghasilkan dan memasarkan dengan berhasil.

Tahap penyaringan ini bertujuan pokok memilih dan membuang gagasan yang tidak baik sedini mungkin.

Kegagalan produk di pasar dapat dibedakan atas : kegagalan produk mutlak (an absolute product failure) mengkibatkan kerugian di mana penjualan tidak dapat memenuhi seluruh biaya, kegagalan produk sebagian (a partial product failure) kerugian di mana hasil penjualan tidak dapat memenuhi biaya variable dan sebagian biaya tetap.

3.Pengembangan dan pengujian konsep (concept development and testing).

Gagasan yang telah melewati tahap penyaringan kemudian dilanjutkan dengan membuat konsep serta dilanjutkan dengan mengembangkan konsep produk tersebut. Pada dasarnya konsumen tidak membeli gagasan dari suatu produk melainkan konsep dari produk tersebut.

Dari berbagai konsep produk yang ada kemudian dilakukan pengujian yang pada akhirnya di pilih konsep produk yang paling tepat.

4.Strategi pemasaran (marketing strategi development).

Dalam tahap ini perusahaan melakukan pengembangan perencanaan strategi, di mana strategi pemasaran lebih dulu mengalami penyaringan.

Dalam melakukan pengembangan strategi pemasaran ada 3 (tiga) bagian pokok, yaitu:
a. Menjelaskan ukuran, struktur, prilaku pasar sasaran, posisi produk yang direncanakan, penjualan, pangsa pasar, dan laba yang diingnkan dari 5 (lima) tahun pertama.
b. Menggambarkan harga, strategi distribusi, dan anggaran perusahaan yang direncanakan untuk produk tersebut dalam tahun pertama.
c. Menjelaskan jumlah penjualan, sasaran laba, dan strategi pemasaran selanjutnya.

5.Analisa bisnis (business analisis).

Tahapan analisis usaha yaitu evaluasi biaya bisnis dari proposal usaha suatu produk.

Ada pun cara mengevaluasi usulan dengan cara membuat suatu perkiraan tentang tingkat penjualan, biaya produksi, dan keuntungan yang diharapkan sesuai dengan sasaran perusahaan.

Analisis usaha biasanya selau berubah-ubah dalam melakukan perbaikan jika didapatkan informasi yang baru sehingga perkiraan yang dibuat semakin mendekati kebenaran.

6.Pengembangan produk (product development).

Setelah suatu produk dinyatakan layak untuk dikembangkan menurut analisis usaha, maka konsep produk tersebut selanjutnya direalisasikan dan dibuat prototype produk.

Terdapat beberapa syrat yang harus dipenuhi oleh prototype produk yaitu : diketahui oleh konsumen sebagai suatu perwujudan pokok dari konsep produk yang telah dinyatakan sebelumnya, dapat dipergunakan dengan aman pada kondisi normal, harus diproduksi sesuai dengan biaya yang telah dianggarkan sebelumnya.

Jadi pelaksanaan pengembangan produk baru harus konsisten dengan produk awal yang telah di uji pada tahap sebelumnya.

Jika prototype produk sudah siap maka harus memiliki beberapa syarat, antara lain :

  • Diketahuii oleh konumen sebagai suatu perwujudan pokok dari konsep produk yang telah dinyatakan sebelumnya
  • Dapat digunakan dengan aman dan dengan kondisi normal
  • Harus diproduksi dengan biaya yang telah dianggarkan sebelumnya

7.Uji pasar (market testing).

Sasaran produk uji coba pasar adalah mempelajari bagaimana konsumen dan distributor dalam menangani penggunaan dan pembelian kembali produk aktual terhadap produk baru.

Selain itu, perusahaan juga dapat mempelajari resiko yang akan dihadapi di kemudian hari serta dapat memperluas pasar yang sesungguhnya.

8.Komersialisasi.

Menurut Kotler, pada tahap ini, meliputi empat keputusan antara lain :

a. Kapan (when), waktu peluncuran produk baru merupakan saat yang paling kritis sehingga memerlukan perhatian yang seksama. Salah satu faktor yang mempengaruhi peluncuran produk baru adalah sifat dari produk itu sendiri dalam menghadapi persaingan perusahaan lain, contohnya peluncuran produk dapat dilakukan dengan cara memasuki pasar lebih awal.

b. Di mana (where), perusahaan dapat menentukan apakah produk baru itu akan dipasarkan secara regional, nasional atau internasional. Pemilihan daerah pemasaran ini dilaksanakan berdasarkan potensi pasar, reputasi tempat dan penetrasi pasar.

c. Siapa (who), perusahaan harus menentukan terlebih dahulu siapa kelompok pembeli potensial yang akan dijadikan sasaran promosi dan distribusi produk. Mengenai gambaran pembeli potensial ditentukan pada hasil pengujian pasar sebelumnya.

d. Bagaimana (how), perusahaan perlu membuat perencanaan bagaimana produk baru akan diperkenalkan ke pasar. Anggaran pemasaran perlu diperhitungkan serta dialokasikan sebaik mungkin menurut jadwal atau waktu pembagian kegiatan.

Baca berita Edukasi lainnya di tautan ini dan berita terkini dari PELITA.CO.ID di Google News dengan klik tautan ini.

Baca berita lebih cepat, unduh aplikasi PELITA.CO.ID di Google Play di tautan ini.

PELITA.CO.ID di WhatsApp: Dapatkan aplikasi PELITA.CO.ID di Google Play: PELITA.CO.ID di Google News:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan