Jakarta, pelita.co.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi isu peliputan yang paling banyak mengalami swasensor oleh jurnalis. Swasensor adalah praktik menyaring informasi yang diterima sebelum disebarluskan oleh jurnalis.
Selain program Makan begizi gratis, Proyek Strategis Nasional menjadi isu liputan kedua yang banyak mengalami swasensor.

Temuan tersebut disampaikan dalam paparan riset Indeks Keselamatan Jurnalis 2025 di Erasmus Huis Library, Jakarta pada Senin, (9/2/2026). Indeks Keselamatan Jurnalis 2025 diharapkan hadir sebagai upaya sistematis untuk memotret kondisi tersebut secara objektif dan berbasis bukti.
Indeks ini disusun oleh Yayasan Tifa, sebagai bagian dari kerja Konsorsium Jurnalisme Aman yang beranggotakan Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) dan Human Rights Working Group (HRWG).

“Peran media dan jurnalis adalah hadir di masyarakat untuk mengawal kebenaran. Kebebasan ” kata Direktur Eksekutif Yayasan Tifa, Oslan Purba.
Kebebasan pers merupakan elemen fundamental dalam menopang demokrasi yang berfungsi secara efektif. Prinsip ini menjamin hak masyarakat untuk memperoleh informasi, memungkinkan berlangsungnya kritik yang sah terhadap penyelenggaraan kekuasaan, serta menjadi instrumen penting dalam menjaga akuntabilitas negara.
Namun demikian, kebebasan pers tidak dapat dilepaskan dari prasyarat utama berupa jaminan keselamatan dan perlindungan bagi jurnalis sebagai aktor kunci dalam menjalankan fungsi pengawasan sosial di ruang publik.
Perlindungan terhadap jurnalis bukanlah agenda sektoral, melainkan tanggung jawab bersama untuk menjaga kualitas demokrasi. Laporan ini kami hadirkan sebagai pengingat bahwa keselamatan jurnalis adalah prasyarat mutlak bagi terpenuhinya hak publik atas informasi dan bagi masa depan demokrasi Indonesia yang inklusif, terbuka, dan berkeadilan.
