AC Ventures Himpun US$ 210 Juta Dana Kelolaan Kelima untuk Dukung Bisnis Berbasis Teknologi di Indonesia dan Asia Tenggara

AC Ventures. (Atas, Ki-Ka)Pandu Sjahrir, Founding Partner_ Michael Soerijadji, Founder&Managing Partner (Bawah, Ki-Ka) Adrian Li, Founder&Managing Partner_ Helen Wong, Managing Partner. Foto: istimewa
AC Ventures. (Atas, Ki-Ka)Pandu Sjahrir, Founding Partner_ Michael Soerijadji, Founder&Managing Partner (Bawah, Ki-Ka) Adrian Li, Founder&Managing Partner_ Helen Wong, Managing Partner. Foto: istimewa

Jakarta, pelita.co.idAC Ventures yang berbasis di Indonesia, mengumumkan penutupan terakhir dana investasi kelima mereka, ACV Capital V L.P. (ACV Fund V), dengan total US$210 juta, termasuk dana co-investasi pada Selasa, (23/1/2023).

Lingkungan makroekonomi dan ekonomi digital Indonesia, yang pada 2023 bernilai US$82 miliar, diperkirakan akan mencapai US$360 miliar pada 2030, menjadikan negara ini sebagai destinasi utama bagi investor teknologi global. Penutupan ACV Fund V merupakan tonggak penting dalam perjalanan AC Ventures dalam memperkuat komitmen sebagai mitra generasional bagi para pendiri visioner dan usaha yang memiliki potensi tinggi, yang mendorong dampak ekonomi dan sosial di seluruh wilayah.

Bacaan Lainnya

“Indonesia menjadi pusat investasi yang dinamis, berkembang pesat di tengah pergeseran ekonomi global. Pertumbuhan ini didorong oleh populasi yang muda dan terus berkembang, kesejahteraan yang terus meningkat, dan pemerintahan yang stabil dan pro-investasi. Dengan lintasan ini, Indonesia berada dalam jalur untuk menjadi salah satu dari sepuluh ekonomi terbesar di dunia dalam dekade mendatang,” kata founding Partner AC Ventures, Pandu Sjahrir dalam keterangannya.

ACV Fund V telah memperoleh dukungan dari sekelompok LP global yang beragam, dengan lebih dari 50% komitmen berasal dari investor yang kembali berpartisipasi, dan lebih dari 90% dana berasal dari modal institusional. Investor kunci yang mendukung dana ini melibatkan IFC World Bank, bersama dengan lembaga keuangan terkemuka dari Amerika Serikat, Timur Tengah, dan Asia Utara.

“Pertumbuhan dinamis bisnis berbasis teknologi telah menjadi pendorong utama inovasi. Ini tidak hanya menciptakan peluang pekerjaan bagi generasi muda, tetapi juga menyediakan solusi inovatif yang memungkinkan penyediaan layanan penting yang mengatasi tantangan pembangunan yang mendesak,” ungkap Manajer Negara IFC untuk Indonesia dan Timor-Leste, Euan Marshall menambahkan,

“Dengan mendukung modal ventura melalui dana, seperti ACV Capital V, IFC dapat membantu lebih banyak startup dan pengusaha digital untuk berinovasi dan memperluas dampak mereka di Indonesia dan di luar negeri,” lanjutnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, AC Ventures telah memperkuat komitmennya pada dampak berkelanjutan, seiring dengan pencapaian kinerja keuangan yang positif.

Perusahaan ini memberikan prioritas kepada perusahaan yang tidak hanya menciptakan nilai ekonomi yang kokoh, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat. Sebagai contoh, dana Fund III perusahaan mencapai rasio dampak bersih keseluruhan sebesar +37%, sebagaimana diukur oleh The Upright Project di Finlandia. Hal ini menempatkan AC Ventures dan portofolionya di atas rata-rata Nasdaq Small Cap Index (NQUSS) sebesar +29% dengan perbedaan yang signifikan.

Saat ini, ACV mengelola aset lebih dari US$500 juta, tersebar di lima dana. Sejak tahun 2012, mitra-mitra perusahaan telah berinvestasi di lebih dari 120 perusahaan teknologi di wilayah ini, termasuk beberapa nama paling ikonik dalam ekosistem digital ASEAN. Partner-partner ACV, yaitu Adrian Li, Michael Soerijadji, Helen Wong, dan Pandu Sjahrir, memimpin tim yang terdiri dari lebih dari 40 profesional dengan kantor di Jakarta dan Singapura.

PELITA.CO.ID di WhatsApp: Dapatkan aplikasi PELITA.CO.ID di Google Play: PELITA.CO.ID di Google News:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan