Anggota DPR Marwan Cik Asan Minta Literasi dan Sosialisasi LPS di Masyarakat Ditingkatkan

Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Cik Asan saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspik) Komisi XI DPR RI ke Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Foto: Ubed/nr
Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Cik Asan saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspik) Komisi XI DPR RI ke Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Foto: Ubed/nr

Jakarta, pelita.co.id Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Cik Asan menilai kegiatan literasi dan sosialisasi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di masyarakat harus ditingkatkan. Mengingat, LPS merupakan lembaga penting yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bersama Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Adapun fungsi LPS dalam menjamin simpanan nasabah penyimpan serta turut aktif dalam memelihara stabilitas sistem perbankan sesuai dengan kewenangannya menjadi sangat penting untuk diketahui masyarakat. Dengan adanya kegiatan tersebut, Marwan yakin hal itu dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menyimpan uangnya di bank.

Bacaan Lainnya

“Tadi kan sudah kita dengarkan empat atau lima kantor wilayah LPS akan segera dibangun, supaya LPS bisa lebih dekat masyarakat karena selama ini kantornya hanya terpusat di Jakarta,” kata Marwan usai memimpin Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspik) Komisi XI DPR RI ke Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarata (DIY), Kamis (30/3/2023).

Fungsi LPS Sebagai Penjamin Simpanan dan Asuransi

Hal senada juga disampaikan oleh Legislator Fraksi PDI-Perjuangan, Indah Kurniawati. Dengan peran sebagai penjamin simpanan dan kewenangan baru sebagai penjamin asurasi, ia menilai hal yang diperlukan masyarakat adalah literasi.

Ia menjelaskan bahwa literasi ini sangat diperlukan, mengingat masih banyak masyarakat yang belum mengerti akses ke perbankan saat mereka ingin menyimpan uangnya.

BACA JUGA: Investasi Deposito, Pilihan Menjaga Nilai Kekayaan

Indah Kurniawati juga menambahkan bahwa, gempuran pinjaman online ilegal juga menyebabkan masyarakat banyak terjebak, sehingga justru semakin mempersulit keadaan ekonominya.

“Pinjaman online menawarkan sesuatu yang menjadi tantangan bagi perbankan nasional, yaitu kecepatan dan kemudahan. Bahkan tidak tahu (pinjaman online) dipakai untuk apa, mereka langsung otomatis memberikan,” ujar Indah Kurniawati.

“Jadi yang sangat perlu ditingkatkan adalah literasi diseluruh aspek khususnya di industris jasa keuangan. Agar masyarakat melek dan paham betul, saat memiliki dana harus ditempatkan dimana. Disimpan ditabungan, deposito, giro, asuransi, atau dibelikan saham,” pungkas Anggota Dapil Jatim I tersebut.

Baca berita Bisnis lainnya di tautan ini dan berita terkini dari PELITA.CO.ID di Google News dengan klik tautan ini.

Baca berita lebih cepat, unduh aplikasi PELITA.CO.ID di Google Play di tautan ini.

TERPOPULER:

PELITA.CO.ID di WhatsApp: pelita.co.id di WhatsApp Channel Dapatkan aplikasi PELITA.CO.ID di Google Play: pelita.co.id di Google Apps PELITA.CO.ID di Google News: pelita.co.id di Google News

Pos terkait

Tinggalkan Balasan