Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) Gelar Konfrensi Pers Sustainable District Outlook: Transformasi Kabupaten Lestari Menuju Visi Indonesia 2045

Konfrensi Pers 'Sustainable District Outlook: Transformasi Kabupaten Lestari Menuju Visi Indonesia 2045' di Jakarta Convention Center, Jakarta, pada Selasa (9/7/2024). Foto: pelita.co.id/Mulyono Sri Hutomo
Konfrensi Pers 'Sustainable District Outlook: Transformasi Kabupaten Lestari Menuju Visi Indonesia 2045' di Jakarta Convention Center, Jakarta, pada Selasa (9/7/2024). Foto: pelita.co.id/Mulyono Sri Hutomo

Jakarta, pelita.co.idLingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) menggelar Konfrensi Pers ‘Sustainable District Outlook: Transformasi Kabupaten Lestari Menuju Visi Indonesia 2045’ di Jakarta Convention Center, Jakarta, pada Selasa (9/7/2024).

Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) adalah asosiasi pemerintah kabupaten yang dibentuk dan dikelola oleh pemerintah kabupaten demi mewujudkan pembangunan lestari yang menjaga lingkungan dan menyejahterakan masyarakat lewat gotong royong.

Bacaan Lainnya

LTKL merupakan kaukus pembangunan lestari dari Asosiasi Pemerintah Kabupaten seluruh Indonesia (APKASI) yang berdiri sejak bulan Juli 2017.
Saat ini, LTKL memiliki 9 kabupaten anggota di 6 provinsi di Indonesia dan bekerja berdampingan dengan 21 jejaring mitra multipihak.

“Di berbagai daerah, sudah cukup banyak bupati yang sangat sadar dengan lingkungan tapi belum semua, baru sekian persen. Ini harus ada komitmen namun tetap dilihat sebagai langkah yang positif. Kedepannya, kegiatan ekonomi di daerah mengarah kepada praktek ekonomi berbasis green energy dan green ekonomi,” kata Direktur Eksekutif Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), Sarman Simanjorang.

BACA JUGA: Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Optimis Tren Positif Pertumbuhan Industri Pengolahan Nonmigas Terus Berlanjut

“Batik misalnya yang menjadi kekayaan budaya khas masing-masing daerah sangat bisa diterapkan prinsip green economy. Dari kain sampai pemrosesan dapat menggunakan bahan-bahan lokal yang ramah lingungan dan khas daerah tersebut,” lanjutnya.

Sarman Simanjorang menambahkan, bersama LTKL telah bekerja dan menyusun peta jalan pengadaan barang lestari sesuai prinsip-prinsip ekonomi hijau yang ramah lingkungan.

“Kedepan, investasi harus tetap mengutamakan lingkungan. Mengutamakan prinsip-prinsip green economy,” ujarnya.

Sarman Simanjorang menambahkan, tak hanya di Indonesia namun di seluruh dunia prinsip-prinsip green economy yang berbasis ramah lingkungan menjadi perhatian pemerintah.

Rapat Umum Anggota LTKL tahun 2019 memutuskan bahwa komoditas lestari khususnya hilirisasi produk basis alam adalah prioritas bagi anggota LTKL untuk mencapai target nasional untuk mendapatkan investasi berkualitas, membuka lapangan kerja dan mencegah kebencanaan.

Sebagai forum, LTKL berfungsi untuk membantu kabupaten anggota menyusun strategi implementasi, terkoneksi dengan mitra yang tepat untuk meningkatkan kapasitas & mendapatkan insentif atas upaya pembangunan lestari serta menceritakan peluang dan tantangan pembangunan lestari kepada publik.

PELITA.CO.ID di WhatsApp: pelita.co.id di WhatsApp Channel Dapatkan aplikasi PELITA.CO.ID di Google Play: pelita.co.id di Google Apps PELITA.CO.ID di Google News: pelita.co.id di Google News

Pos terkait

Tinggalkan Balasan