Analisislah penerapan ilmu ekonomi dalam menciptakan kestabilan politik! Penerapan ilmu ekonomi dalam penciptaan kestabilan politik yaitu ilmu ekonomi dan politik tidak dapat dipisahkan, kelangsungan dan kestabilan politik suatu negara sangat dipengaruhi oleh ekonominya, tugas peminpin negara adalah membawa perubahan kearah yang lebih positif terutama dalam kesejahteraan masyarakatnya
Oleh sebab itu, jika masyarakat merasa sejahtera dengan kestabilan ekonomi nasional maka politik di negara tersebut juga akan ikut stabil.
Kasus yang sering kita lihat baik di televisi maupun dimasyarakat adalah ketika masyarakat mendadak menjadi seorang ahli politik jika mengomentari suatu berita terutama berita tentang kegagalan pemerintah dalam membuat masyarakatnya hidup sejahtera.
Bahkan obrolan masyarakat di warung kopi sekalipun tak luput dari obrolan tentang politik dan ekonomi, bagaimana masyarakat merasa hidup susah namun tetap menyalahkan kinerja pemerintahnya, mulai dari ketidakbecusan presiden memilih menteri sampai dengan menyesalkan demokrasi dan kecurangan pemilihan umum dan lain sebagainya.
BACA JUGA: 10 Hal Motivasi Diri Terkait Dimensi Gotong Royong
Dari kasus-kasus diatas, dapat kita lihat, masalah utama yang menyebabkan masyarakat tidak nyaman atas suatu pemerintahan atau politik suatu negara adalah, karena mereka tidak sejahtera, sulitnya mendapatkan pekerjaan bahkan sulitnya bagi mereka untuk makan sehari-hari.
Oleh sebab itu, jika masyarakat merasa sejahtera dalam perekonomian mereka, mereka tidak akan menyalahkan politiknya, mereka tidak akan menyalahkan siapa menterinya, siapa presidennya, dan secara otomatis kestabilan politik akan dicapai, jadi kestabilan ekonomi sangat mempengaruhi kestabilan politik.
Mari kita lihat sejarah, bagaimana krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia tahun 1998 menyebabkan perubahan kestabilan politik.
Periode krisis di Indonesia berlangsung mulai tahun 1997, memasuki tahun baru 1998 harga dolar AS jauh melewati angka Rp 6.000,00 dan pada 22 Januari 1998 mencapai angka Rp 16.000,00 tertinggi dalam sejarah ekonomi Indonesia.
BACA JUGA: Contoh Penerapan Tindakan Ekonomi Rasional Bagi Produsen
Harga-harga barang kebutuhan pokok antara lain beras, kedelai, gandum, sayuram, buah-buahan dan jasa transportasi maupun produk-produk industri meningkat drastis. Kemarau panjang dan tingginya kandungan impor sektor ekonomi Indonesia memaksa pemerintah dan pengusaha untuk mengimpor barang-barang kebutuhan pokok dan barang-barang input bagi kelangsungan proses produksi.
Krisis moneter yang berlangsung sejak pertengahan Juli 1997 telah berkembang menjadi krisis ekonomi dan bahkan menjadi krisis multidimensioanal yang puncaknya pada pergantian presiden, perubahan sistem pemilu, dan berbagai faktor politik lainnya di Indonesia.
Dalam suasana politik yang hiruk pikuk dan semrawut ini, ekonomi Indonesia terus menurun ke dalam jurang yang semakin hari semakin dalam. Kondisi ekonomi Indonesia saat itu parah, faktor-faktor yang memperparah adalah industrialisasi yang ternyata gagal total.
Penerapan Ilmu Ekonomi di Lingkungan Keluarga dan Contohnya
Apa tujuan penerapan ilmu ekonomi di lingkungan keluarga? Berilah contohnya! Sebelum membahasa penerapan ilmu ekonomi di lingkungan keluarga dan contohnya, mari kita membahami tujuan mempelajari ilmu ekonomi.
Ilmu ekonomi adalah bagian ilmu sosial yang mempelajari perilaku manusia dalam upaya memenuhi kebutuhan.
Lalu untuk apa kita perlu mempelajari ilmu ekonomi? Ilmu ekonomi perlu kita pelajari karena barang dan jasa sebagai alat pemuas kebutuhan manusia jumlahnya terbatas, dalam arti kurang dari yang dibutuhkan atau diperlukan pengorbanan untuk memperolehnya. Kenyataan inilah yg akhirnya menimbulkan persoalan bagi manusia sekaligus yang melatarbelakangi munculnya ilmu ekonomi.
BACA JUGA: Industri Jasa, Penjelasan dan Nilai-nilainya
Tujuan manusia menerapkan ilmu ekonomi pada dasarnya adalah untuk memenuhi segala kebutuhannya dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia.
Pelaku perekonomian ada empat golongan, yaitu rumah tangga konsumen, perusahaan, negara, dan sektor luar negeri. Dalam perekonomian masyarakat peran rumah tangga keluarga adalah sebagai konsumen dan penyedia faktor produksi.
Peran rumah tangga perusahaan adalah sebagai produsen pengguna faktor-faktor produksi, dan agen pembangunan. Peran negara adalah sebagai konsumen, produsen, dan regulator.
Sedangkan peran masyarakat luar negeri adalah dalam perdagangan, pertukaran tenaga kerja, penanam modal, dan sebagai pemberi pinjaman.
Kembali kepada tujuan penerapan ilmu ekonomi di lingkungan keluarga, maka tujuannya adalah untuk memenuhi segala kebutuhannya dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Contohnya, memenuhi kebutuhan sembilan bahan pokok seperti beras, lauk pauk, gula pasir, minyak goreng dan mentega, daging sapi dan daging ayam, telur ayam, dan juga susu.
BACA JUGA: Pembagian Ilmu Ekonomi Menurut Rhona C. Free
Baca berita Edukasi lainnya di tautan ini dan berita terkini dari PELITA.CO.ID di Google News dengan klik tautan ini.
Baca berita lebih cepat, unduh aplikasi PELITA.CO.ID di Google Play di tautan ini.






