Digitalisasi dan Teknologi Robotik Kunci Modernisasi Sistem Logistik Nasional

Anggota Komisi VI DPR RI, Gde Sumarjaya saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI di Stasiun Kereta Cepat Tegalluar, Bandung, Rabu (15/4/2026). Fioto : Adi/Andri
Anggota Komisi VI DPR RI, Gde Sumarjaya saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI di Stasiun Kereta Cepat Tegalluar, Bandung, Rabu (15/4/2026). Fioto : Adi/Andri

Bandung, pelita.co.idAnggota Komisi VI DPR RI, Gde Sumarjaya Linggih memberikan apresiasi tinggi terhadap transformasi PT Pos Indonesia yang kini telah beralih ke sistem robotik dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam operasionalnya. Menurutnya, pemanfaatan teknologi modern ini menepis stigma masyarakat yang selama ini menganggap perusahaan pelat merah tersebut masih bersifat konvensional dan tertinggal.

“Kalau kita lihat tadi sudah memakai robotik dan sebagainya, sebenarnya Pos Indonesia sudah sangat bagus, sudah sangat modern sekarang ini,” ujar Gde Sumarjaya Linggih saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI di Stasiun Kereta Cepat Tegalluar, Bandung, Jawa Barat pada Rabu, (15/4/2026).

Bacaan Lainnya

Meski PT Pos telah menunjukkan kemajuan melalui adopsi sistem robotik, Komisi VI DPR RI memberikan catatan kritis terkait tata kelola teknologi secara nasional. Ekosistem logistik yang terfragmentasi menyulitkan proses integrasi hulu ke hilir. Oleh karena itu, penggabungan infrastruktur digital mutlak diperlukan untuk menciptakan ekosistem distribusi yang mulus dari tingkat lokal hingga pasar global.

Gde Sumarjaya Linggih menekankan bahwa keberhasilan digitalisasi akan berdampak langsung pada nilai jual komoditas dalam negeri.

“Nah kalau seandainya sudah integrasi dengan baik, terus efisien, efektif, dan murah, maka ini akan menjadikan daya saing produk Indonesia ke internasional, atau daya saing produk dari daerah lain ke daerah yang lain, sehingga nantinya benar-benar menjadi sebuah kekuatan ekonomi baru,” paparnya.

BACA JUGA: Rachmat Gobel Pastikan Investasi Jepang di Indonesia Tidak Main-Main

Komisi VI mendorong agar adopsi sistem robotik dan digitalisasi tidak hanya berhenti pada inisiatif masing-masing entitas secara sektoral, melainkan harus diorkestrasi menjadi sebuah kekuatan nasional. Hal ini turut menjadi bahasan utama para anggota dewan selama peninjauan di lapangan.

“Dan kita banyak teman-teman tadi menyampaikan tentang digitalisasi, tentang juga robotik dari sistem logistik kita, yang nantinya tentu akan menjadi bagian dari percepatan kemajuan Indonesia itu sendiri,” tegas Gde Sumarjaya Linggih.

Sebagai kesimpulan, Komisi VI menegaskan bahwa penguatan digitalisasi terintegrasi berbasis AI dan otomasi robotik adalah prasyarat mutlak dalam wacana pembentukan Holding BUMN Logistik. Tanpa adanya desain integrasi teknologi yang jelas dan kokoh, upaya holding berisiko hanya sebatas konsolidasi administratif tanpa mampu memberikan lonjakan efisiensi pada sistem rantai pasok nasional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *